Diberdayakan oleh Blogger.

Ikuti halaman ini

Jumlah Pengunjung :

Powered By Blogger

Apaka Blog ini Bermanfaat

Zidni Dinia Anugrah

Zidni Dinia Anugrah
Blog Cerita untuk Anak

Translate

Senin, 02 Oktober 2017

Si Cantik Yang Tidak Tahu #Eps.2#

by Unknown  |  at  00.36

       Semua murid disekolah itu makan dikantin dibelakang sekolah. Kesya tidak pernah jajan dikantin karena tidak diberi uang oleh ibunya. Ibunya selalu memberi Kesya bekal yang sehat yaitu nasi,telur,dan wortel yang sudah dipotong-potong dan direbus. Walau demikian Kesya juga kadang kesal. Karena teman-temannya berfikir keluarga Kesya adalah keluarga yang miskin. "Kesya ayo  makan ke kantin!" Ajak Wawa. "Tidak terimakasih aku lebih suka makan- makanan rumah. Lagi pula lebih sehat makanan rumah." Jelas Kesya. "Apa kamu ngak punya uang." Ucap Wanda teman yang Kesya tidak sukai. "Aku bukannya ngak punya uang. Aku punya uang tapi tidak untuk membeli jajan yang seperti itu, ibuku tidak memperbolehkan aku makan-makanan luar. Kecuali makan ibu aku. Lagi pula kan benar apa yang diajar ibu guru empat sehat lima sempurna." Jelas Kesya tegas. "Ohh seperti itu." Ucap Wanda kesal dan pergi kekantin. Kesya pun makan bekalnya. Sehabis makan bekal Kesya keluar kelas dan main ke belakan kelas Kesya. Tiba-tiba.......................Kesya melihat Mimi. Mimi sangat terkejut karna ketahuan ada disituh. "Mimi sedang apa kamu disituh?" Tanya Kesya merasa kesal. "Kakak.....emm....Mimi.....emmm.....Mimi diam-diam sekolah disinih kak tapi semuah tidak tahu. Disinihkan ada kaca dan guru kakak bila menjelaskan pelajaran kepada murid-muridnya tedengar jelas dan aku mendengarkan. Terus soal buku ipa kakak aku yang mengisi." Jelas Mimi sambil menangis. "Kenapa kamu tau kalau ada pekerjaan rumah dari bu guru?" Tanya Kesya. "Kan aku mendengar bahwa ada pekerjaan rumah. Terus pas pulang kerumah kakak tidak mengerjakan jadi Mimi yang mengerjakan." Jelas Mimi. "Oh ternyata Mimi yang mengerjakan pekerjaan rumah aku. Tapi kok Mimi sudah bisa baca kan padahal Mimi tidak sekolah. Dan kok bisa jawabannya betul semua. Mimi benar-benar hebat. Tapi tak sehebat aku." Jelas Kesya didalam hati. "Mimi dari mana kamu bisa membaca dan kenapa kok jawabannya seratus?" Tanya Kesya. "Aku diajar membaca oleh ibu kak. Dan pekerjaan rumah kakak kan sudah dijelaskan oleh bu guru kakak." Jelas Mimi. "Ternyata adik ku pintar juga." Ucap Kesya didalam hati. "Kesya siapa itu?" Tanya Wanda. "Emmm ngak tau tuh mungkin anak penjual kantin. Sana pergi kamu kenapa disinih hus sana. Sana pergi!" Kesya mengusir Mimi. "Kakak jahat." Mimi menangis. "Ikhh apasih aku bukan kakak kamu." Kesya mendorong Mimi. Mimi menangis dan pergi. TING TONG TING TONG bel sekolah berbunyi tandanya semua kelas masuk dan belajar kembali. "Hallo anak-anak." Pak guru datang. "Hallo pak." Semua manjawab. "Sekarang pelajaran apa coba?" Tanya pak guru. "Gimana sih pak orang yang ngajar bapak tapi bapak lupa sekarang pelajaran apa." Ucap Bastian. "Ikhh Bastian bapak cuman bercanda kamu kanya ngak tau ajah bapak kaya gimana. Pelajaran pendidikan kewarga negaraan pak." Jelas Kesya dengan mantap. "Betul Kesya kamu memang murid yang tercantik dan terpintar." Ucap pak guru. "Terimakasih pak." Ucap Kesya. "Nah selarang bapak akan terangkan apa artinya keluarga." Jelas pak guru. "Pak kan kita sudah besar sudah kelas satu smp masih belajar apa artinya keluarga. Bapak ini aneh." Ucap Wildan. "Cobe Wildan apa artinya keluarga?" Tanya pak guru. "Gampang pak keluarga artinya adalah suatu ourang yang darahnya sama dan mereka selalu bersama selamanya,itu pak." Jelas Wildan. "Be.....salah itu bukan arti keluarga Wildan. Itu arti kehanyalan kamu." Jelas pak guru. "Oh salah yah pak. Hmmmm." Wildan menutup mukanya dengan buku karena malu. "Baik keluarga itu adalah suatu permata. Karena tanpa keluarga kalian tidak bisa hidup enak seperti saat ini. Padahal diluar sana mungkin masih banyak yang tidak mempunyai keluarga yang utuh, Dan juga mungkin ada yang tinggal dirumah kecil seperti gubuk tapi mereka tinggal dengan puluhan orang karena orangtuanya mempunyai banyak anak. Padahal itu lebih baik mungkin dengan seperti itu hidup kita akan lebih aman karena keluarga lah yang menjaga kita. Kita jangan berfikir negatif berfikirlah positif,bahwa keluarga yang seperti itu ada bagusnya juga tapi bila semua anggota keluarga membantu orang tuanya. Pasti orang tuanya akan bahagia." Jelas pak guru. "Pak tapi kalau keluarga itu selalu bikin susah, ngak suka bekerja,males,dan pada jorok gimana pak?" Tanya Kesya. "Hmmmm bagaimana yah......nah kan tadi bapak sudah bilang kita harus berfikir positif mungkin ada dari mereka yang kerja. Contohnya selalu bangun pagi-pagi sekali dan pergi habis itu pulangnya saat larut malam dan selalu membawa uang dan mungkin hadiah untuk adik-adiknya. Dan selalu bangun siang-siang bila hari senin-selasa. Nah berarti dia cirinya bekerja. Tapi bila dia bangun pagi-pagi sekali lalu pergi dan pulangnya malam pas pulangnya seperti kelihatan pusing seperti mabuk. Dan pulang tidak membawa uang malah menghabisi uang itu tidak bekerja. Dan yang tadi selalu bikin susah. Mungkin bikin susahnya karena sayang seperti kita punya roti kita tidak tau itu rotinya sudah basi dan tidak boleh dimakan lagi. Nah saudara kita membunangnya padahal itu roti punya teman kita. Teman kita menitipkan roti itu kepada kita nah kita harus berterimakasih kepada saudara kita,tapi juga menasehati seharusnya jangan dibuang beritahu sajah kepada misalnya kakak, beritahu saja kepada kakak bahwa roti itu sudah tidak boleh dimakan kan kakak nanti bisa bilang kepada teman kakak bahwa roti itu sudah basi. Kan nanti teman kakak bisa lebih percaya. Nah itu jawabannya Kesya." Jelas pak guru. "Terimakasih pak." Ucap Kesya. "Sama-sama." Balas pak guru. TING TONG TING TONG bel berbunyi tandanya semua murid boleh pulang kerumah masing-masing. Kesya kelihatan murung sepertinya Kesya merasa dia telah salah kepada keluarganya. Kesya pun pulang dengan merasa salah.
      Saat diperjalanan Kesya bertemu dengan bok Sarmi. Bok Sarmi ini adalah pedagang jamu keliling yang biasa mampir ketempat pembangunan. Karena disana banyak yang membeli jamunya bok Sarmi. "Kesya mari kesini." Ucap bok Sarmi. "Iyah bok." Kesya pun mendekat. "Apa bok." "Boleh gak nak Kesya bantuain bok jualan jamu pliss boleh yah soalnya biasanya kalau bok lewat tempat pembangunan selalu banyak pembelinya nanti bok jadi kebingungan. Plissss mau......" ucap bok. "Iyah deh asal nanti kasih upah-nya yah bok. Ingat upah-nya jangan yang kaya waktu kemarin cuma lima ribu rupiah." Ucap Kesya. "Iyah deh sekarang sepuluh ribu rupiah gimana?" tanya bok Sarmi. "Iyah mau." "Oke kita berangkat ke pembangunan." "Oke>_<♡" Kesya sangat senang karena akan mendapatkan uang yang banyak.
        Sesampainya di tempat pembangunan Kesya mulai merasa akan ada sesuatu yang terjadi.
   APA YANG AKAN TERJADI KITA LIHAT DI Sicantik Yang Tidak Tahu Eps.3>_>☆"

0 komentar:

Proudly Powered by Blogger.